Buah Pir dan Manfaatnya
Ada sekitar
30 spesies pohon dari genus Pyrus ini yang
tersebar didunia Pohon Pir dapat hidup selama 30 sampai 100 tahun.
Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor terbesar buah pir Xiang
Li dari provinsi Xinjiang, Tiongkok.
Sejarah manusia
sudah mengenal dan mengonsumsi buah pir sejak lama.
mengapa
buah pir disukai, Selain karena rasanya yang lezat buah ini juga sangat bernutrisi.
Pir adalah
buah yang termasuk dalam keluarga buah apel ini lebih kaya serat ketimbang
apel. Jika 1 buah apel mengandung 3 gram serat, pir mengandung 6 gram. Ini
berarti 1 buah pir mengandung 20 persen asupan serat yang disarankan untuk
dikonsumsi dalam sehari. Buah pir juga bebas dari lemak, bebas kolesterol,
bebas sodium, dan kaya akan vitamin C, K, dan kromium( diperlukan dalam jumlah
kecil dalam metabolisme gula pada manusia)
Buah pir
memiliki kadar indeks Glikemik (Glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi
peningkatan gula darah dari karbohidrat) yang rendah dan hanya mengandung
kalori sekitar 100 per buahnya. Artinya, buah ini baik untuk mereka yang
memiliki penyakit diabetes dan hypoglycemics. Gula dari makanan yang kadar
indeks glikemiknya rendah diserap tubuh secara perlahan, menjaga level gula
darah stabil. Pir pun kaya akan Pectin (sumber serat dalam makanan), serat diet
yang mudah larut dan dipercaya mampu menurunkan kolesterol dan meregulasi gerakan
usus besar. Karenanya, Pir amat baik untuk mereka yang memiliki masalah Konstipasi
(sembelit).
Manfaat
terbesar buah Pir terdapat pada kulitnya. Karena itu, sebaiknya tidak mengupas
kulit Pir jika Anda ingin mengonsumsinya. Kebanyakan serat yang terkandung di buah Pir
terdapat di kulitnya, termasuk quercetin, yakni zat antioksidan dan flavonoid
yang memiliki efek antiradang. Meski zat tersebut tak sebanyak yang dimiliki
apel dan bawang bombai, namun masih merupakan nutrien yang baik dari pir.
Selain itu, buah pir juga memiliki folat, yang telah terbukti bisa mencegah
cacat pada saraf bayi. Maka wanita yang hamil disarankan untuk mengonsumsi buah
pir. Mereka yang memiliki masalah dengan alergi makanan amat disarankan untuk
mengonsumsi buah pir karena aman dan tidak mencetuskan reaksi alergi. Pir juga
disarankan sebagai buah pertama yang diberikan kepada anak-anak karena dinilai
hipoalergenik.
9 Manfaat buah Pir
-
Menenangkan pencernaan. Pektin dan serat dalam
buah pir bisa membantu menghentikan diare dan tanin dapat menenangkan
saluran pencernaan yang teriritasi.
-
Membuat Anda tetap terhidrasi. Pir adalah jenis
buah kaya air yang dapat memenuhi asupan cairan di dalam tubuh.
-
Meningkatkan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity
Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik
anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan
cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan
gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu
meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri.
Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup,
aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.
-
Menurunkan kolesterol. Buah pir memiliki kandungan
pektin yang tinggi (lebih tinggi dari apel). Itulah yang membuatnya ampuh
untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Pektin menyerap lemak di
usus sebelum mereka diserap melalui aliran darah.
-
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pir
mengandung banyak vitamin seperti A, K, C, B2, kalsium B3, B6, mineral,
magnesium, kalium, dan tembaga. Jadi, buah pir sangat bagus untuk menjaga
sistem kekebalan tubuh.
-
Buah hypoallergenic. Bagi Anda yang memiliki
masalah kepekaan terhadap makanan, pir adalah jenis buah hypoallergenic,
yang tidak memiliki efek samping bagi penderita alergi tertentu.
-
Mencegah kanker. Kandungan asam hydroxycinnamic
yang ditemukan dalam pir dapat mencegah kanker perut dan paru-paru.
-
Melawan Alzheimer. Menurut penelitian terbaru dari
Cornell University, kulit pir mengandung antioksidan quercetin yang dapat
melawan penyakit Alzheimer. Jadi, sebaiknya Anda makan pir dengan
kulitnya. (Alzheimer sejenis sindrom
otak yang tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer paling sering ditemukan
pada orang tua 65 tahun ke atas)
-
Mencegah Osteoporosis. Pir mengandung boron yang
dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kalsium, yang dapat mencegah
osteoporosis.
Saat akan
memilih buah Pir, pilihlah yang tidak memar (biru karena terantuk), terpotong,
sudah berwarna kecoklatan, atau pun yang terlihat masih muda. Pir yang sudah
cukup matang akan terasa lembut ketika ditekan dengan jari. Jika Anda membeli
buah pir dan baru akan mengonsumsinya beberapa hari setelah dibeli, pilihlah
yang masih keras. Begitu pun jika Anda akan menggunakannya untuk dibuat bahan
kue panggang. Buah Pir yang sudah matang harus dikonsumsi dalam waktu sehari
atau dua hari.
Biarkan
buah pir matang dalam kondisi udara ruangan. Jika ingin membuatnya cepat
matang, sandingkan dengan buah apel. Buah apel melepaskan gas etilen ke udara,
yang membuat buah-buahan lain di sekitarnya matang lebih cepat. Untuk
mendapatkan efek antioksidan terbaik, konsumsi pir ketika ia berada dalam
kondisi paling matang.
dikutip dari: Wiki/KOMPAS.com/organicjar.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar