Kamis, 07 Februari 2013

Pears (Buah Pir) dan Manfaatnya

Buah Pir dan Manfaatnya

Pir%dep_1041130-Beautiful-girl-picking-pears-in-gardenAda sekitar 30 spesies pohon dari genus Pyrus ini yang tersebar didunia Pohon Pir dapat hidup selama 30 sampai 100 tahun.
Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor terbesar buah pir Xiang Li dari provinsi Xinjiang, Tiongkok.
Sejarah manusia sudah mengenal dan mengonsumsi buah pir sejak lama.
mengapa buah pir disukai, Selain karena rasanya yang lezat  buah ini juga sangat bernutrisi.

Pears%PearsPir adalah buah yang termasuk dalam keluarga buah apel ini lebih kaya serat ketimbang apel. Jika 1 buah apel mengandung 3 gram serat, pir mengandung 6 gram. Ini berarti 1 buah pir mengandung 20 persen asupan serat yang disarankan untuk dikonsumsi dalam sehari. Buah pir juga bebas dari lemak, bebas kolesterol, bebas sodium, dan kaya akan vitamin C, K, dan kromium( diperlukan dalam jumlah kecil dalam metabolisme gula pada manusia)
PEARS%PIRBuah pir memiliki kadar indeks Glikemik (Glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat) yang rendah dan hanya mengandung kalori sekitar 100 per buahnya. Artinya, buah ini baik untuk mereka yang memiliki penyakit diabetes dan hypoglycemics. Gula dari makanan yang kadar indeks glikemiknya rendah diserap tubuh secara perlahan, menjaga level gula darah stabil. Pir pun kaya akan Pectin (sumber serat dalam makanan), serat diet yang mudah larut dan dipercaya mampu menurunkan kolesterol dan meregulasi gerakan usus besar. Karenanya, Pir amat baik untuk mereka yang memiliki masalah Konstipasi (sembelit).
Manfaat terbesar buah Pir terdapat pada kulitnya. Karena itu, sebaiknya tidak mengupas kulit Pir jika Anda ingin mengonsumsinya. Kebanyakan serat yang terkandung di buah Pir terdapat di kulitnya, termasuk quercetin, yakni zat antioksidan dan flavonoid yang memiliki efek antiradang. Meski zat tersebut tak sebanyak yang dimiliki apel dan bawang bombai, namun masih merupakan nutrien yang baik dari pir. 
pears%Pir
Selain itu, buah pir juga memiliki folat, yang telah terbukti bisa mencegah cacat pada saraf bayi. Maka wanita yang hamil disarankan untuk mengonsumsi buah pir. Mereka yang memiliki masalah dengan alergi makanan amat disarankan untuk mengonsumsi buah pir karena aman dan tidak mencetuskan reaksi alergi. Pir juga disarankan sebagai buah pertama yang diberikan kepada anak-anak karena dinilai hipoalergenik.

  

9 Manfaat buah Pir


  1. Menenangkan pencernaan. Pektin dan serat dalam buah pir bisa membantu menghentikan diare dan tanin dapat menenangkan saluran pencernaan yang teriritasi.
  2. Membuat Anda tetap terhidrasi. Pir adalah jenis buah kaya air yang dapat memenuhi asupan cairan di dalam tubuh.

  3. Meningkatkan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan.

  4. Menurunkan kolesterol. Buah pir memiliki kandungan pektin yang tinggi (lebih tinggi dari apel). Itulah yang membuatnya ampuh untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Pektin menyerap lemak di usus sebelum mereka diserap melalui aliran darah.

  5. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pir mengandung banyak vitamin seperti A, K, C, B2, kalsium B3, B6, mineral, magnesium, kalium, dan tembaga. Jadi, buah pir sangat bagus untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

  6. Buah hypoallergenic. Bagi Anda yang memiliki masalah kepekaan terhadap makanan, pir adalah jenis buah hypoallergenic, yang tidak memiliki efek samping bagi penderita alergi tertentu.

  7. Mencegah kanker. Kandungan asam hydroxycinnamic yang ditemukan dalam pir dapat mencegah kanker perut dan paru-paru.

  8. Melawan Alzheimer. Menurut penelitian terbaru dari Cornell University, kulit pir mengandung antioksidan quercetin yang dapat melawan penyakit Alzheimer. Jadi, sebaiknya Anda makan pir dengan kulitnya. (Alzheimer sejenis sindrom otak yang tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua  65 tahun ke atas)
  9. Mencegah Osteoporosis. Pir mengandung boron yang dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan kalsium, yang dapat mencegah osteoporosis.
Saat akan memilih buah Pir, pilihlah yang tidak memar (biru karena terantuk), terpotong, sudah berwarna kecoklatan, atau pun yang terlihat masih muda. Pir yang sudah cukup matang akan terasa lembut ketika ditekan dengan jari. Jika Anda membeli buah pir dan baru akan mengonsumsinya beberapa hari setelah dibeli, pilihlah yang masih keras. Begitu pun jika Anda akan menggunakannya untuk dibuat bahan kue panggang. Buah Pir yang sudah matang harus dikonsumsi dalam waktu sehari atau dua hari.
Biarkan buah pir matang dalam kondisi udara ruangan. Jika ingin membuatnya cepat matang, sandingkan dengan buah apel. Buah apel melepaskan gas etilen ke udara, yang membuat buah-buahan lain di sekitarnya matang lebih cepat. Untuk mendapatkan efek antioksidan terbaik, konsumsi pir ketika ia berada dalam kondisi paling matang.





dikutip dari: Wiki/KOMPAS.com/organicjar.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar